Friday, December 12, 2014

Doraemon, dan blunder orang ateis!

“Sejauh ini, bahaya terbesar Artificial Intelligence adalah bahwa manusia menyimpulkan terlalu dini bahwa mereka sudah memahaminya.” (Eliezer Yudkowsky)

“Pertanyaan apakah sebuah komputer dapat berpikir tidaklah lebih menarik dibandingkan pertanyaaan apakah sebuah kapal selam dapat berenang.” (Edsger W. Dijkstra)


Adakah sosok Doraemon? Jelas ada, sebagai buah kegiatan-kegiatan seni kreatif dan fiktif yang dijalankan manusia. Pembuat gambarnya siapa, kita tahu, ya seorang manusia seperti kita. Pembuat kisah-kisahnya yang mitologis, sekaligus fictionally scientific, kita juga tahu. Siapa yang menampilkannya pada layar lebar, juga kita kenal. Doraemon ada sebagai sosok fiktif dalam dunia seni, seni menggambar, seni bercerita dan seni sinematografi. Lewat kerja kreatif tim Fujiko Fujio, sosok Doraemon kini dikenal dunia dengan sangat luas, bukan hanya milik bangsa Jepang. Dalam kehidupan banyak kanak-kanak sedunia, sosok Doraemon ada dan dialami dengan sangat real, bahkan menjadi pribadi kedua mereka. 



Kata teman ateis, ini Tuhan Doraemon!  

Tetapi sebagai organisme hidup seperti manusia, jelas Doraemon tidak ada sekarang ini. Tetapi nanti bisa ada dengan real dan hidup. Jika robot android yang berwajah dan bertubuh baja Doraemon sudah dibuat, lalu diberi kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang serupa dan lebih tinggi dari kecerdasan manusia, maka sosok Doraemon akan ada secara empiris, hidup, berpikir, merasa, berkehendak, bertindak dan berjiwa seperti manusia, di samping memiliki sifat-sifat khas seorang Doraemon.

Apakah Doraemon sama dengan sosok Allah? Orang ateis bilang, ya Doraemon sama dengan sosok Allah, keduanya tidak ada secara empiris. Kata mereka, meminta orang ateis membuktikan ketidakberadaan Tuhan, sama dengan meminta orang membuktikan bahwa Doraemon tidak ada. Pendapat orang ateis ini, yang mereka ajukan untuk menutupi ketidakmampuan mereka untuk membuktikan Tuhan tidak ada, sesungguhnya tidak cerdas, sempit dan keliru. Kenapa? Dua alinea pertama di atas sudah menjawab; jawaban-jawaban lainnya berikut ini.