Friday, November 7, 2014

Mari kita renungi kembali apa penyebab big bang!

Mari kita merenung kembali tentang big bang, dentuman besar, yang terjadi 13,8 milyar tahun lalu yang memulai ruang dan waktu dan segala hal lainnya dalam jagat raya kita. Lebih spesifik, mari kita renungi lagi apa penyebab big bang, atau ada apa sebelum big bang. Renungan kita ini tentu saja bukan sebuah renungan rohani, tetapi sebuah renungan yang dibangun berdasarkan pandangan-pandangan ilmu pengetahuan. Berikut ini betul-betul sebuah renungan ilmiah, bukan sebuah khotbah keagamaan. 
 


Kita dan segala hal lainnya dalam jagat raya kini ada di dalam dimensi ruang-waktu (spacetime dimension). Sebelum big bang, ruang-waktu tidak ada. Begitu juga, sebelum big bang tidak ada materi-energi. Segala sesuatu tidak ada. Dengan demikian, big bang diawali dengan ketiadaan, atau big bang muncul dari ketiadaan. Before the big bang there was nothing in the absolute sense of the word! 

Kalau ruang-waktu belum ada, maka “di luar ruang-waktu” otomatis juga tidak ada, sebab kata “di luar” mengasumsikan ada ruang-waktu juga. Begitu juga, kalau materi-energi tidak ada, maka “di luar materi-energi” juga tidak ada, sebab kata “di luar” mengasumsikan ada materi-energi juga. Jika sebelum big bang ruang-waktu dan materi-energi belum ada, berarti sebelum big bang yang ada adalah ketiadaan segala sesuatu, ketiadaan absolut, nothingness.