Monday, March 17, 2014

Sebuah Tafsiran Baru atas Ateisme


“Sia-sialah upaya menjaring Tuhan hanya ke dalam sebuah pengertian saja. Dia lebih besar dari apapun rumusan manusia tentang hakikat-Nya yang Mahasempurna.”
(Abdurrahman Wahid) 

“Pengalaman yang paling indah yang kita dapat miliki adalah pengalaman dengan sang misterius. Sang misterius pada dasarnya kita rasakan berada di palungan seni yang sejati dan sains yang sejati.” (Albert Einstein) 

“Saat aku mengagumi pesona sang Matahari yang sedang terbenam atau keindahan sang Rembulan di malam hari, maka jiwaku melambung menyembah sang Pencipta. (Mahatma Gandhi)


Tulisan penting ini saya awali dengan mengacu ke sebuah acara yang di dalamnya saya terlibat aktif, kira-kira satu setengah tahun lalu. Di pagi hari, pkl 10.30-pk. 12.00, tgl 9 April 2012, saya bersama dua kawan lain tampil rekaman di Tempo TV, Jakarta, berbincang soal ateisme di Indonesia.

Fokus talkshow ini tentu Sdr. Alexander Aan, yang sedang diadili mula-mula karena soal ateisme yang dianutnya. Tapi menurut seorang teman dalam perbincangan itu, fokus kasus Aan sudah bergeser ke soal pelecehan figur besar Nabi junjungan kaum Muslim./1/ Jadi, sangat disayangkan! Mustinya Sdr. Aan tak melakukan tindakan tak terpuji ini.