Thursday, March 13, 2014

Film The Last Temptation of Christ dan Konteks Sosial Gerakan Yesus

Pada hari Jumat, 14 Maret 2014, di Pisa Cafe Mahakam, Jln Mahakam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mulai pukul 16.00 sampai pukul 21.00, dilangsungkan pemutaran film panjang produksi tahun 1988 yang berjudul The Last Temptation of Christ. Film yang disutradarai Martin Scorsese ini dibuat berdasarkan novel fiktif dengan judul yang sama yang ditulis novelis Nikos Kazantzakis, dan dilayarlebarkan oleh Paul Schrader. Saya pada acara ini, yang dihadiri 60 orang, tampil sebagai pembahas film ini dan menjawab pertanyaan-pertanyaan. Berikut ini bahan yang sudah saya siapkan.  

Kekaisaran Romawi menjajah Palestina sejak tahun 63 SM, terus sampai ke masa kehidupan Yesus dan masih berlanjut berabad-abad sesudahnya. Pada era SM, tercatat ada beberapa perlawanan kecil terhadap pemerintah Roma, misalnya yang terjadi di tahun 4 SM. Pemberontakan besar terjadi tahun 66-70 M, disebut sebagai Perang Yahudi I, yang berakhir dengan pembumihangusan kota Yerusalem dan penghancuran Bait Allah. Sisa-sisa pemberontak Yahudi bertahan di benteng Masada dekat Laut Mati; lalu benteng ini dikepung dan berakhir dengan bunuh diri massal para pemberontak bersama keluarga mereka masing-masing (tahun 74 M). Di pertengahan atau menjelang akhir pemberontakan ini golongan Zelotes tampil di garis depan, melawan dengan senjata; sebelumnya mereka memang sudah lama menolak pajak yang dibebankan Roma dan sensus penduduk.