Sunday, November 17, 2013

Elie Wiesel: Allah bangsa Yahudi telah terbunuh!

Pada waktu bangsa Yahudi dianiaya dan dibantai oleh rezim Nazi Hitler yang berkuasa atas negeri Jerman dari 1933 sampai 1945 selama Perang Dunia II, orang Yahudi bergumul amat sangat, dan mereka bertanya di mana Allah mereka berada. Sekian jawaban diberikan oleh bangsa Yahudi, oleh para ahli teologi mereka.

Kita kenal Elie Wiesel, dilahirkan 30 September 1928 di Sighet, Transylvania (kini Romania). Pada tahun 1986, Wiesel meraih Hadiah Nobel Perdamaian. Dia adalah seorang Yahudi yang selamat dari Holokaus setelah pada umur 15 tahun dimasukkan ke kamp-kamp konsentrasi di Auschwitz, Buna, Buchenwald dan Gleiwitz. Wiesel kemudian termashyur di dunia melalui novel-novelnya, khususnya melalui satu novel memoar pertamanya tentang Holokaus yang terbit pada tahun 1960 dengan judul Night (versi Prancisnya terbit dengan judul La Nuit). Setelah Night, terbit dua novel lagi Dawn (1961) dan Day (1962), yang keseluruhannya membentuk sebuah trilogi yang menyoroti dengan cermat kekejaman yang dilakukan manusia terhadap sesamanya./1/  

Eliezer Wiesel keluar selamat dari Holokaus untuk kemudian 
menjadi duta umat manusia

Apa kata Wiesel tentang di mana Allah berada ketika jutaan orang Yahudi dianiaya, disengsarakan dan dibunuh oleh Nazi? Dalam suatu bagian novel Night, Wiesel menyatakan bahwa Allah bangsa Yahudi telah terbunuh. Tulisnya, “Tak akan pernah aku melupakan malam itu, malam pertama dalam kamp, yang telah mengubah kehidupanku menjadi satu malam yang panjang, tujuh kali dikutuk dan tujuh kali disegel.... Tak akan kulupakan momen-momen itu yang telah membunuh Allahku dan jiwaku, dan mengubah mimpi-mimpiku menjadi debu.”/2/ Ya, bagi Wiesel, Allah telah tiada, karena terbunuh, sehingga bangsa Yahudi menderita azab besar tanpa penolong! Bangsa Yahudi harus meratapi bukan saja azab yang sedang mereka tanggung, tapi juga Allah mereka karena sang Allah ini sudah mati terbunuh. Ini sebuah gagasan yang tentu membingungkan dan mengagetkan orang-orang yang terbiasa hanya dengan ide tentang Allah yang mahahadir, mahakuasa dan mahapenolong.