Friday, November 29, 2013

Seekor keledai dungu yang ternyata cerdas


Suatu hari seekor keledai seorang petani jatuh ke dalam sebuah sumur di halaman belakang rumahnya. Binatang ini berteriak-teriak memilukan minta dikasihani selama berjam-jam sementara si petani berpikir-pikir apa yang dia harus lakukan.

Akhirnya dia sampai pada sebuah keputusan. Karena keledai ini sudah tua maka tak patut diselamatkan, lagi pula sumur itu memang mau dia uruk. Lalu dia memanggil semua tetangganya untuk datang ke rumahnya dan membantunya.

Setiap tetangganya datang membawa sebuah sekop dan mulai menyendok tanah lalu melemparkannya ke dalam lubang sumur.

Ketika si keledai yang malang itu menyadari apa yang sedang terjadi, ketakutanlah dia dan berteriak-teriaklah dia dengan sangat kencang dan memilukan hati.

Mengherankan sekali, tiba-tiba saja si keledai yang ketakutan mati itu membungkam seribu basa.

Sunday, November 17, 2013

Elie Wiesel: Allah bangsa Yahudi telah terbunuh!

Pada waktu bangsa Yahudi dianiaya dan dibantai oleh rezim Nazi Hitler yang berkuasa atas negeri Jerman dari 1933 sampai 1945 selama Perang Dunia II, orang Yahudi bergumul amat sangat, dan mereka bertanya di mana Allah mereka berada. Sekian jawaban diberikan oleh bangsa Yahudi, oleh para ahli teologi mereka.

Kita kenal Elie Wiesel, dilahirkan 30 September 1928 di Sighet, Transylvania (kini Romania). Pada tahun 1986, Wiesel meraih Hadiah Nobel Perdamaian. Dia adalah seorang Yahudi yang selamat dari Holokaus setelah pada umur 15 tahun dimasukkan ke kamp-kamp konsentrasi di Auschwitz, Buna, Buchenwald dan Gleiwitz. Wiesel kemudian termashyur di dunia melalui novel-novelnya, khususnya melalui satu novel memoar pertamanya tentang Holokaus yang terbit pada tahun 1960 dengan judul Night (versi Prancisnya terbit dengan judul La Nuit). Setelah Night, terbit dua novel lagi Dawn (1961) dan Day (1962), yang keseluruhannya membentuk sebuah trilogi yang menyoroti dengan cermat kekejaman yang dilakukan manusia terhadap sesamanya./1/  

Eliezer Wiesel keluar selamat dari Holokaus untuk kemudian 
menjadi duta umat manusia

Apa kata Wiesel tentang di mana Allah berada ketika jutaan orang Yahudi dianiaya, disengsarakan dan dibunuh oleh Nazi? Dalam suatu bagian novel Night, Wiesel menyatakan bahwa Allah bangsa Yahudi telah terbunuh. Tulisnya, “Tak akan pernah aku melupakan malam itu, malam pertama dalam kamp, yang telah mengubah kehidupanku menjadi satu malam yang panjang, tujuh kali dikutuk dan tujuh kali disegel.... Tak akan kulupakan momen-momen itu yang telah membunuh Allahku dan jiwaku, dan mengubah mimpi-mimpiku menjadi debu.”/2/ Ya, bagi Wiesel, Allah telah tiada, karena terbunuh, sehingga bangsa Yahudi menderita azab besar tanpa penolong! Bangsa Yahudi harus meratapi bukan saja azab yang sedang mereka tanggung, tapi juga Allah mereka karena sang Allah ini sudah mati terbunuh. Ini sebuah gagasan yang tentu membingungkan dan mengagetkan orang-orang yang terbiasa hanya dengan ide tentang Allah yang mahahadir, mahakuasa dan mahapenolong. 

Sunday, November 10, 2013

Twelve lessons from the wonderful nature


rivers teach us to make our life flow eternally...


Sangat banyak hal kita bisa pelajari dari alam, baik untuk menambah ilmu pengetahuan kita dari saat ke saat, maupun untuk membuat kita lebih bijaksana dalam melakoni kehidupan kita masing-masing. Semua kitab suci agama-agama kuno juga berbicara banyak tentang manfaat alam sebagai media untuk menambah pengetahuan dan kearifan kita, bahkan sebagai media untuk manusia berjumpa dengan sang Tuhan sendiri.

Bahkan dalam natural religions yang lahir pada era mitologis dalam perkembangan evolusioner peradaban manusia, nature dan segala kekuatannya dipersonifikasi dalam berbagai sosok adikodrati dewa-dewi atau setan-setan atau makhluk-makhluk angkasa lainnya. Pada era mitologis, gerhana di angkasa, misalnya, dipandang bukan hanya sebagai suatu kejadian alam, tapi ditafsirkan sebagai pertarungan sosok-sosok adikodrati yang hidup di kawasan angkasa. Dalam mitologi bangsa Viking, berkaitan dengan gerhana, dua ekor serigala supernatural yang bernama Skoll dan Hati digambarkan memburu Matahari dan bulan. Ketika keduanya berhasil menangkap Matahari dan bulan, terjadilah gerhana-gerhana. Saat itulah manusia di Bumi bergerak cepat untuk menyelamatkan dua benda langit ini dengan membuat berbagai suara dan bunyi-bunyian yang keras, dengan harapan mereka dapat menakut-nakuti serigala-serigala itu sehingga dua binatang angkasa ini akan melepaskan kembali Matahari dan bulan agar keduanya dapat bersinar terang lagi.

Saturday, November 9, 2013

Saat teks-teks kitab suci merenggut akal sehat


Pada tahun 2008, pasangan suami-isteri Kristen, Larry dan Carri Williams, dengan baik hati mengadopsi seorang gadis cilik dari Ethiopia yang bernama Hana pada usianya yang ketigabelas. Di negara bagian Washington, AS, tempat tinggal mereka, mereka tidak mengirim Hana ke sekolah untuk belajar. Sebagai gantinya, mereka menyelenggarakan sendiri pendidikan dalam rumah (homeschooling), dengan mereka bertindak sebagai guru-guru gadis cilik ini./1/

Sebagai panduan kegiatan pendidikan anak dalam rumah ini, mereka memakai sebuah buku yang diterbitkan dan dipakai oleh banyak keluarga Kristen fundamentalis ekstrim yang berjudul To Train Up A Child yang ditulis oleh Michael and Debi Pearl./2/

Buku ini memuat petunjuk-petunjuk teknis mendidik anak, yang disusun berdasarkan teks-teks Alkitab. Dalam buku ini, para guru homeschooling diminta untuk antara lain memakai berbagai peralatan dan barang keperluan tukang ledeng untuk memukul bagian-bagian tubuh anak-anak sejak mereka berusia satu tahun. Di antaranya, selang plastik diharuskan dipakai untuk memukul tubuh anak-anak yang sedang dididik jika mereka bandel atau tak bisa menangkap pelajaran. Jika makin bandel, buku ini mengharuskan anak-anak direndam dalam bak berisi air dingin, atau ditempatkan di luar rumah ketika udara dingin dan tidak diberi makan seraya digebuki berulangkali. 

Wednesday, November 6, 2013

Mencari sang rembulan purnama dalam dunia agama-agama

Saya mau mengulas ihwal bagaimana umat beragama yang satu memandang agama umat yang lain. Ulasan ini penting berhubung kita setiap hari bertemu dengan orang-orang yang menganut agama-agama yang berbeda dari agama yang kita anut, dan kita perlu tahu posisi apa yang harus kita ambil sebagai posisi yang paling tepat.



Adakah lebih dari satu bulan purnama untuk planet Bumi?


Ketika berhadapan dengan agama-agama lain, posisi umum yang diambil umat beragama adalah posisi eksklusivis. Perspektif eksklusivis menempatkan agama sendiri sebagai agama yang benar satu-satunya. Di luar agama sendiri tak ada wahyu ilahi apapun. Jika anda berposisi eksklusivis, bagi anda kebenaran mutlak dan final hanya ada dalam agama anda sendiri. Dengan posisi eksklusivis, anda meng-eksklusi agama-agama lain dari dunia kebenaran dan wahyu. Hanya agama anda sendiri yang mendiami dunia kebenaran dan wahyu.

Dalam eksklusivisme, Tuhan dan kebenaran hanya ada dalam agama anda sendiri. Di luarnya hanya ada setan dan kesesatan. Dengan posisi eksklusivis, anda menjadi seorang beragama yang triumfalis: memandang diri sebagai sang pemenang, sang viktor, dan lawan-lawan anda para pecundang.

Sunday, November 3, 2013

Alegori kereta perang filsuf Plato



sang kusir sangat disusahkan oleh kuda hitamnya yang binal

Saya mau mengemukakan pandangan filsuf Plato (427 SM-347 SM) tentang fungsi akal atau nalar manusia. Dalam karya dialog-nya yang berjudul Phaedrus (246a-254e) (ditulis 360 SM), Plato mengajukan sebuah alegori (metafora) tentang kereta perang yang ditarik dua ekor kuda bersayap, yang dikendalikan oleh seorang kusir sebagai petarung./1/

Satu ekor kudanya berwarna hitam, berada di sebelah kiri, dan seekor lagi putih di sebelah kanan. Untuk bisa naik ke dunia ilahi (dalam filsafat Plato dinamakan dunia Forma) sang kusir dalam medan tempur harus bisa mengendalikan kedua ekor kuda itu.

Kuda putih di sebelah kanan melambangkan keberanian, heroisme, semangat dan moralitas. Kuda ini cukup diperintah lewat kata-kata sang kusir. Kuda hitam di sebelah kiri melambangkan emosi dan perasaan manusia yang binal. Kuda ini binal, harus dipecut terus-menerus untuk mengendalikannya. Kuda hitam ini terus-menerus mendatangkan masalah kepada sang kusir.