Thursday, June 29, 2017

Belajar dari seekor burung kutilang

BELAJAR DARI SEEKOR KUTILANG....

Banyak orang sering berkata, "Saya mau hidup tanpa persoalan apapun!"


Tapi, bisakah itu? Mungkinkah? Mustahilkah? Perlukah? Ataukah tidak perlu?

A problem-free life. Is it possible or impossible? Is it necessary or unnecessary?

Ya, tidak bisa. Tidak ada seorang pun dalam dunia ini, selagi hidup di muka Bumi, yang dapat terbebas sama sekali dari persoalan. Ini realitas. Harus diterima dan dihadapi dengan berani, cerdas, tenang, tegar, dan tetap bersikap positif.

Bahwa setiap orang akhirnya harus mati, ini sebuah persoalan eksistensial yang dihadapi semua orang, apapun kedudukan dan status sosial mereka dalam masyarakat, sejak bayi hingga tua dan lisut....! Konon Siddhartha Gautama juga terpukul batin dan pikirannya kali pertama dia tahu bahwa setiap manusia itu akan mati pada saatnya.

Gerontolog Aubrey de Grey melihat kematian bukan sebagai nasib atau takdir. Sebagai ilmuwan yang terus mengadakan riset tentang proses penuaan, De Grey memandang penuaan sebagai sebuah penyakit yang bisa ditangkal, dilawan dan disembuhkan. Katanya dengan yakin, tak lama lagi manusia bisa mencapai umur 1.000 tahun dengan tetap bugar.

De Grey tidak sendirian. Para pakar bidang-bidang ilmu yang lain juga berusaha memperpanjang umur manusia dengan tubuh yang tetap sehat dan bugar, lewat berbagai metode ilmiah.

Salah satu metode untuk anda bisa hidup abadi adalah mengubah semua info genetik dan semua data neurologis biologis anda menjadi info dan data komputasional yang lalu diintegrasikan dan disinergikan dengan kecerdasan buatan (yang akan terus makin cerdas secara otomatik) yang ada pada robot-robot silikon humanoid android. Jasad anda akan lenyap, kembali terdaurulang sebagai senyawa carbon; tapi jati diri anda diam dan aktif abadi dalam kehidupan robot-robot cerdas ini.

Tapi, kehidupan yang abadi, yang sudah didambakan manusia sejak 5.000 tahun lampau, apakah juga menjanjikan dan menjamin tidak akan ada lagi persoalan dalam kehidupan manusia dan dunia? Saya yakin, Tidak! Masih ada sangat banyak misteri alam dan hukum-hukum fisika yang belum kita ketahui. Di antaranya, pasti juga akan mendatangkan tantangan, persoalan dan ancaman tak terduga di masa depan.

Catatlah hal ini: Bebas dari segala persoalan, ya juga tidak perlu, bahkan tidak menguntungkan. Kok begitu?

Ya, persoalan-persoalan besar atau kecil, yang mendatangi kita, atau yang kita sendiri datangi, kerap menempa kita menjadi manusia yang lebih tangguh, lebih cerdas, lebih sigap, lebih matang, lebih arif, lebih berwawasan, lebih berpengalaman, lebih taktis, lebih strategis, dan lebih maju.

Hal-hal bagus yang diberikan oleh persoalan-persoalan kita kepada diri kita ini menguntungkan bukan hanya kita sendiri, tetapi juga banyak orang lain.

Ketahuilah, persoalan-persoalan yang dihadapi manusia, dari zaman ke zaman, dari masa ke masa, juga menjadi faktor pendorong kuat bagi perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ketika para ilmuwan bertemu dan menghadapi persoalan-persoalan manusia, mereka pun mulai berpikir, mengeksplorasi, menggelar pengkajian-pengkajian, menengok ke teori-teori ilmiah yang ada, mengevaluasi, lalu menyusun hipotesis-hipotesis baru, menguji hipotesis-hipotesis ini lewat berbagai metode ilmiah, mengumpulkan bukti-bukti, melakukan berbagai analisis, lalu menyusun sintesis-sintesis, kemudian menarik kesimpulan-kesimpulan.

Dari semua aktivitas keilmuan ini, sains berkembang, sains-sains baru ditemukan, dan teknologi-teknologi baru dihasilkan, untuk digunakan dalam mengatasi persoalan-persoalan yang sedang dihadapi.

Jadi, jangan takut terhadap semua persoalan! Jadikan semua persoalan anda sebagai:

* sang guru kearifan
* sebuah peluang untuk maju lebih jauh
* sebuah ujian untuk hidup lebih tangguh dan lebih sabar
* sebuah kesempatan untuk mengalami empati dan kasih sayang dari orang-orang lain
* sebuah kesempatan untuk menemukan diri anda sangat kuat dan tegar dan tangguh, di luar perkiraan anda sebelumnya
* sebuah peluang untuk melihat kehidupan dari sudut-sudut pandang lain yang baru dan kreatif
* sebuah kesempatan untuk berterima kasih kepada sang pemberi kehidupan

Suatu ketika, seekor kutilang dari atas melihat ke bawah, ke sebuah desa terpencil. Dilihatnya di bawah, manusia harus berjalan berputar jauh untuk sampai di tempat sebuah mata air besar satu-satunya untuk seluruh penduduk desa. Mereka harus memutari sebuah bukit batu besar yang menjulang dan terbentang lebar dan panjang.

Lalu sang kutilang berpikir, "Aku harus memindahkan bukit batu itu supaya semua penduduk desa itu hanya perlu waktu beberapa menit saja tiba di mata air besar itu. Sekarang mereka sengsara, karena harus menempuh perjalanan memutar selama setengah hari bolak-balik!"

Maka mulailah sang kutilang mematuk bagian-bagian puncak bukit batu itu, secuil demi secuil, lalu butiran batu yang sudah ada di ujung paruhnya dibawanya terbang ke suatu lembah luas yang jauh, dan di sana dia menjatuhkannya.

Tahun demi tahun berlalu. Windu demi windu lewat. Terus saja sang kutilang dengan tegar, riang gembira, sabar, optimistik, dan sambil terus bersiul, memindahkan bukit batu besar itu dengan paruhnya yang kecil. Dia memerlukan keabadian untuk dapat menyelesaikan pekerjaannya itu, mengatasi persoalan penduduk desa itu.

Setegar, seriang, sesabar dan seoptimistik sang kutilang kecil itukah anda, ketika anda sedang berada dalam sebuah persoalan berat? Trilililili lili lili trilili....!

Anda jelas lebih besar dari sang kutilang nan baik hati itu.

Tentu daya tahan mental dan raga setiap orang berbeda-beda. Ada yang tangguh dan kuat, dan ada juga yang ringkih dan letoi, karena pembawaan genetik, dampak faktor epigenetik, bentukan lingkungan pergaulan sosial dan lingkungan alam, asupan nutrisi, serta akibat pengasuhan dan pendidikan.

Banyak orang, lantaran tidak tahan lagi saat menghadapi banyak persoalan yang sangat sulit dan berat, akhirnya mengambil keputusan untuk bunuh diri. Ini fakta yang pedih.

Jika anda temukan diri anda tangguh dan riang seperti si burung kutilang itu, anda diperlukan untuk mendampingi, menguatkan dan menolong insan-insan yang rapuh itu. Sebagai sahabat sehati. Sebagai teman sejati. Sebagai penghibur. Sebagai penguat. Bukan sebagai hakim yang durjana.

Dus, persoalan apapun mampu membangun persaudaraan dan ikatan sosial dan solidaritas yang kokoh dan berharga, antar sesama manusia.

Gunung persoalan boleh sangat sangat tinggi. Lampauilah ketinggiannya dengan kesabaran, ketabahan, optimisme dan keriangan anda.

Ada sepasang sayap pada punggung anda. Terbanglah, lewati dan lampaui puncak tertinggi Mount Everest. Above it, you will find and hear the silence of silence.

Jakarta, 15-9-2015
ioanes rakhmat

Editing mutakhir 29 Juni 2017
HUT ke-51 Pak Basuki Tjahaja Purnama
HBD koh Ahok. 
Jadilah sang burung kutilang itu.

Monday, June 26, 2017

Remaja Alyssa Carson dan planet merah Mars

REMAJA PUTERI ALYSSA CARSON YANG MENAKJUBKAN

Di usia 3 tahun, kanak-kanak Amerika ini sudah bercita-bercita terbang ke planet merah Mars. Bulan bukan pilihannya. Jalan terbuka lewat banyak usaha: sejak usia 13 tahun Alyssa mulai dilatih dan dididik oleh NASA untuk menjadi astronot, manusia pertama yang akan mendarat di Mars tahun 2033.

Saat ini Alyssa sudah berusia 16 tahun. Dia hidup wajar dan happy seperti semua remaja atau gadis usia muda, meski seluruh kehidupannya selanjutnya akan dijalani dalam dunia eksplorasi angkasa luar, planet Mars khususnya.

Terlampir 4 mem yang saya buat tentang Alyssa Carson. Saya berharap, ada sekian remaja puteri Indonesia yang mampu mengikuti jejak Alyssa Carson, remaja yang luar biasa ini





Izinkan saya bertanya: Wahai remaja puteri Indonesia, di manakah kini kalian berada? Sedang diapakankah kalian sekarang di negeri kalian sendiri? Punyakah kalian kecerdasan dan ilmu pengetahuan tentang angkasa luar, dan tentang planet Mars?


Punya nyalikah kalian untuk menjadi para astronot yang akan mendarat di planet merah ini lalu, bersama sangat banyak astronot lain yang berasal dari berbagai tempat di Bumi, akan mengubahnya tahap demi tahap menjadi planet yang dapat didiami dengan aman seperti halnya planet Bumi?

Aktivitas jangka panjang yang melibatkan iptek modern yang makin maju untuk tahap demi tahap mengubah suatu planet asing supaya akhirnya dapat manusia diami dan hidup di situ dengan aman dan terjamin, seperti hidup di Bumi, dinamakan terraform.

Tetapi hal sebaliknya juga sangat dapat dilakukan. Secara alamiah yang memerlukan waktu panjang, atau dipercepat lewat teknik pengeditan gen yang dinamakan DNA-editing CRISPR Cas9 (yang dijalankan ketika suatu organisme masih berbentuk embrio), manusia mengalami perubahan atau mutasi genetik atau superevolusi genetik sehingga dapat hidup dengan baik, aman dan terjamin kendatipun berbagai kondisi alam planet Mars tidak berubah penuh untuk menyamai kondisi-kondisi alam planet Bumi.

Planet Mars berubah, dan Homo sapiens yang mendiami planet ini juga disengaja diubah. Perubahan dua pihak ini mempercepat usaha kolonisasi Mars oleh organisme Homo sapiens yang telah mengalami superevolusi genetik. Bagaimana wujud dan sifat Homo sapiens jenis baru ini? Saya tidak tahu. Setidaknya, organisme jenis baru ini merupakan perpaduan biologi tinggi yang berbasis carbon dan mesin cerdas yang berbasis silikon.


Ini puisi saya untuk kalian, para remaja kebangsaan Indonesia:

Arahkan mata ke langit kelam
Di malam hari yang gelap hitam
Fajar ilmu pengetahuan gantikan malam
Diterangi tak terhitung bintang
Samudera jagat kini menantang!
Tak cukup lagi main layang-layang!
Tak cukup lagi boneka ditimang-timang!

Tak cukup lagi mendendang madah Bumi
Gubah dan lantunkan lagu Bima Sakti
Galaksi yang harus kalian eksplorasi
Dari generasi ke generasi nan lestari

Jangan lagi hidup dalam bayang-bayang
Melesatlah masuk ke dunia antarbintang!
Masa depan kita di sana membentang
Arungi sebagai prajurit pejuang!

Salam,
ioanes rakhmat
26.6.2017

#AlyssaCarson
My fatherly love for you
I do hope that I still could see you landing on Mars and walking amazingly on its surface within my lifetime.



Wednesday, June 21, 2017

RRC: Gurita Raksasa Lima Tentakel

CHINA, SANG GURITA RAKSASA DENGAN LIMA TENTAKEL YANG SEDANG BERGERAK SENYAP, CERDAS DAN TEPAT SASARAN


Kolase enam foto di atas disusun dari enam screencapture dari sebuah video yang menayangkan gambaran tentang RCC sebagai seekor Gurita Raksasa yang memiliki lima tentakel yang sedang bergerak, mengayun ke sana sini, di kawasan global. Saya merasa kagum atas negeri besar China ini meski saya WNI, persisnya WNI Tionghoa.

Dengan mengisi ruang-ruang kosong di dunia yang tidak ditangani USA, China akan segera menjadi Gurita Raksasa Adidaya Dunia dengan lima tentakel yang memeluk dunia minimal dalam lima bidang besar:

1. Energi terbarukan yang dihasilkan dari panel-panel solar raksasa yang mengapung di lelautan, selain pemanfaatan tenaga angin. Bahan bakar fosil yang persediaannya makin menipis akan segera ditinggalkan; dus, mengurangi dengan signifikan level polusi udara lewat pemanfaatan sumber energi terbarukan yang murah yang akan dibangun besar-besaran untuk jangka panjang.

2. Memperluas pengaruh China di wilayah politik dan ekonomi global; membangun dan memperluas rute transportasi laut dan darat untuk memasok persediaan makanan, pertama-tama bagi negeri China sendiri, yang pada saatnya akan makin berkurang di seluruh dunia. Untuk keperluan itu, China akan membeli, bukan menjajah, tanah-tanah luas di Amerika Selatan, Afrika dll untuk dijadikan lahan pertanian global mereka.

3. Meraih prestasi tertinggi di dunia dalam olah raga sepak bola, dengan target pertama menjadi juara Piala Dunia sebelum 2050. Untuk tujuan ini, sumber daya manusia (seperti pelatih dan atlit) dibina dari warga China sendiri lewat pendidikan dan pelatihan berdisiplin di 50.000 akademi yang sedang disiapkan dan akan dibangun di dalam negeri; sekaligus menghentikan para pelatih asing bayaran.

4. Membangun kembali dan mengaktifkan Jalur Sutra, dan membangun dan menjalankan Ekonomi Sirkular: sumber-sumber daya alam dalam negeri atau yang dimiliki di luar negeri diberdayakan semaksimal mungkin sehingga berbagai produksi di semua sektor dihasilkan berlimpah lalu diekspor ke luar negeri untuk menghasilkan devisa yang akan digunakan kembali untuk meningkatkan berbagai produksi negeri sendiri untuk diekspor lagi. Ekonomi Sirkular ini makin terus melipatgandakan kemampuan ekonomi produktif China dan kemampuan ekspor mereka tanpa batas.

5. Menjadi pengawas dan penjaga dunia, perdagangan bebas, dan pemimpin terdepan dalam usaha global melawan perubahan iklim dan dampak-dampak buruknya bagi dunia.

Lima usaha besar ini yang akan mengangkat China menjadi Adidaya Dunia, pengganti USA, akan dan sedang dijalankan dengan cerdas, senyap dan tepat sasaran.

Reaksi murahan mengkafirkan China dan me-neraka-kan negeri Gurita Raksasa ini tidak akan menghentikan gerak enerjik lima tentakel Gurita Raksasa China sedikitpun. Sainstek modern tidak akan pernah bisa ditakut-takuti apalagi dikalahkan oleh ancaman-ancaman keagamaan apapun. Sainstek bisa dikalahkan hanya oleh sainstek yang lebih maju. 

Umat dari agama-agama apapun yang tidak mau masuk ke pertarungan global dalam pengembangan dan penguasaan sainstek akan pasti terbuang dari planet Bumi, karena umumnya mereka hanya berniat masuk ke kawasan sorga yang tak memiliki angka-angka koordinat dalam jagat raya yang empiris. Agama-agama mereka bisa jadi mematahkan daya juang dan daya tarung mereka di arena pertarungan sainstek modern, agama kaum pecundang. Agama yang mendorong umat penganutnya ke akhirat, dengan melupakan fakta bahwa kehidupan real di planet Bumi dan di planet-planet lain masih akan berlangsung milyaran tahun ke depan.

Lupakan reaksi murahan para pecundang itu. Jalan satu-satunya untuk menghadapi dan melawan China adalah: mendahului Gurita Raksasa China untuk masuk lebih dulu ke lima bidang yang mau dirangkul tentakel-tentakelnya.

Jika langkah itu tidak mungkin NKRI bisa lakukan dalam waktu dekat, ya jalan alternatif demi kepentingan NKRI jangka panjang adalah BELAJAR DULU DARI CHINA DENGAN CERDAS, TERPELAJAR, MAU SERBATAHU, CEKATAN, TAKTIS, SENYAP dan ULET sebagai bangsa Indonesia yang bermartabat dan tangguh. 

CATAT INI: Para politikus dan pengpeng bunglon yang egoistik, haus kekuasaan abadi, dan korup, segera harus eling, sadar diri, lalu mundur teratur demi kepentingan dan kemenangan dan kebesaran bangsa dan negara Republik Indonesia di masa depan yang dekat ini.

Viva NKRI.
And love for the great and determined China.

☆ Ioanes Rakhmat
19 Juni 2017

N.B.
Konon (entah benar atau tidak, saya tak tahu) Pak Hasyim Muzadi pernah menulis topik tentang belajar dari gaya hidup bangsa China. Saya menemukan tulisan ini di sebuah Facebook, judulnya MARI BELAJAR DARI GAYA HIDUP BANGSA CHINA.

Ini link-nya. Bacalah.
https://m.facebook.com/notes/muhammad-a-s-hikam/mari-belajar-gaya-hidup-bangsa-china/10151325668226262/#_=_


Tuesday, June 6, 2017

Minggat ke Australia cari ketenangan

KOK ADA TEROR ISIS di AUSSIE?!

http://www.express.co.uk/news/world/813094/melbourne-explosion-australia-hostages-brighton-terror

https://m.tempo.co/read/news/2017/06/06/120881839/isis-akui-bertanggung-jawab-atas-penyanderaan-di-melbourne

Cina-cina kaya, termasuk beberapa orang famili saya, memutuskan untuk tinggal di Aussie supaya, kata mereka, aman, tenang dan tidak berbahaya, jauh dari para radikalis Islamis ISIS. Apa respons saya?

LOH, mana ada lagi tempat yang aman sepenuhnya sekarang ini di dunia ini? Paman Sam dkk, by system, hanya mau jaga keamanan hanya sejauh kepentingan ekonomi, politik dan militer mereka, di dalam dan di luar negeri, terlindungi. Bahkan untuk kepentingan yang sama, proxy war juga dijalankan sang paman ini, dengan membangunkan wayang-wayang mereka yang sudah ada di seluruh dunia, lalu politik dan strategi adudomba pun dijalankan.

Oh ya, tentu anda bisa memahami, kalau akhirnya ada juga sebagian wayang-wayang ini yang menjadi liar, terlalu liar. Mereka berbalik melawan dan menyerang sang dalang dalam gerakan-gerakan yang mereka bangun sendiri, yang tidak lagi tunduk pada kemauan semula sang dalang. Sebagai respons, ya sang dalang pun membasmi satu demi satu wayang-wayang yang sudah memberontak ini. Ini sejenis penyakit otoimun politik militeristik yang harus digempur sang dalang.

Selain itu, jika anda mau berada jauh di Aussie, anda harus bayar tiket pesawat, beli rumah dengan harga setinggi langit, bayar PBB di sana, biaya hidup yang mahal, biaya kesehatan yang juga tidak murah, bayar pajak lain-lain yang tinggi. Aman? Oh tidak. Tetap saja jantung anda akan kebat-kebit, takut ditembak mati atau disandera teroris di sana, entah di Melbourne atau di Perth atau di kota-kota lain di sono.


Mau tenang? Ya mulailah ketenangan itu dalam pikiran dan hati dulu. Melayani orang yang sedang tidak tenang dan sedang ketakutan, malah dapat membuat kita bebas dari ketakutan, dan menemukan makna agung kehidupan.

Kita bisa diam selamanya di Aussie karena punya uang sangat banyak. Tapi bagaimana dengan anak dan cucu yang kita tinggalkan di Indonesia, dan bagaimana dengan banyak generasi mendatang keluarga kita di NKRI? Apa kita tega dengan keadaan mereka yang terancam, sementara kita, ayah dan ibu atau opa dan oma mereka, asyik hidup plesiran dan tenang di Aussie? Tenang? Siapa yang bisa jamin?

Bagaimana kalau kita malah ditembak mati atau disandera teroris justru di Australia, lalu disiksa para teroris pelan-pelan di sana?


Kalau mau sedikit lebih aman, ya ada kota-kota dan pulau-pulau di Indonesia yang bisa kita jadikan tempat tinggal kedua kita. Kenapa harus mengungsi ke Australia? Kenapa tidak pilih diam misalnya di pulau Bali di kawasan yang biasa-biasa saja, hidup bersama dengan tetangga-tetangga Hindu yang baik?

Lalu di situ, di Bali, atau di pulau lain manapun di NKRI, uang kita gunakan untuk bangun sekolah-sekolah nonkomersial yang akan mendidik dengan cerdas dan berbudipekerti anak-anak dan remaja kita sendiri atau banyak keturunan kita sendiri untuk selamanya mereka dapat cinta tanah air dan mau membangun negeri ini. Berpikirlah seluas jagat raya, jangan hanya seluas tempurung kepala atau tempurung kelapa.

Tapi jangan lupa: Meski pun diam di Bali, bisa saja kita malah mati di pulau Dewata ini karena jatuh dari tangga loteng di rumah sendiri, atau mati karena ditabrak trailer yang remnya blong di sana, atau mati karena tenggelam di Kuta atau di Sanur.

Orang yang takut mati, ya jadi stres terus. Tapi, orang yang berani mati seketika, tapi takut hidup jangka panjang, juga sangat buruk dan durjana: membom diri mereka sendiri di tempat ramai. Kalau mau bunuh diri dengan bom bunuh diri, karena sudah bosan hidup dalam dunia ini dan ingin segera cicipi hidangan lezat sorgawi, ya lakukan saja di gurun pasir yang sunyi sendirian.

Para pelaku bom bunuh diri ini jelas menyerakahi kematian. Bukan diri mereka sendiri saja yang haus kematian; tapi kematian harus direguk juga oleh jauh lebih banyak orang lewat aksi bom bunuh diri mereka. Orang yang menyerakahi kematian, tentu saja tidak mempunyai lagi nurani dan akal sehat dan rasa cinta pada kehidupan di dunia ini.

Jadi, mulailah ketenangan itu dari dalam diri kita sendiri. Bukan kabur-kaburan ke sana-sini bikin lelah sendiri dan menambah beban keuangan dan beban stres. Makin anda menyerakahi kehidupan, makin mati jiwa, kalbu dan pikiran anda! Menyerakahi kehidupan akhirnya juga bermuara pada aksi menyerakahi kematian: kematian nurani, akal panjang dan rasa kesesamaan sebagai manusia.

Gitu loh.

6.6.17

The weeping silence


Saturday, April 8, 2017

Dua sumber simalakama jiplakan lagu "Kobarkan Semangat"

Konon oleh timses dari PKS, untuk paslon 3 AB dan SU telah diciptakan lagu perjuangan "KOBARKAN SEMANGAT" dalam putaran kedua Pilkada DKI 2017.

Tak lama, terbongkarlah fakta bahwa lagu "heroik" tersebut lagu jiplakan, hasil plagiarisme. Nah, setelah saya meneliti sedikit, kini tersedia 2 pilihan sumber jiplakan untuk PKS putuskan yang satu mana.

Ini lagu yang diklaim PKS ciptaan timses paslon 3 ternyata jiplakan dari lagu Israel Hashem Melech yang dinyanyikan musikus Gad Elbaz.

Konon sang penyanyi Yahudi Gad Elbaz ini telah memberi kritik pedas atas plagiarisme lagunya oleh timses paslon 3 pilkada DKI 2017 putaran dua, dalam lagu mereka "Kobarkan Semangat". Ini link ke kritik tajam tersebut:

http://www.beraninews.com/2017/04/jawaban-telak-penyanyi-israel-gad-elbaz-anies-sandi-kobarkan-semamgat.html?m=1

Tapi dalam bantahannya, PKS menyatakan bahwa lagu "Kobarkan Semangat" paslon 3 itu bukan dijiplak dari lagu Yahudi "Hashem Melech", tapi dijiplak dari lagu penyanyi Arab (Aljazair) yang bernama Khaled, yang berjudul C'est Le Vie. Pertanyaan krusialnya adalah tahukah mereka ini lagu jenis apa? Dan apa konten liriknya?

Ok, perkenankan saya memberitahu. Aslinya lirik lagu Khaled ini ditulis dalam dua bahasa: Prancis dan Arab. Berikut ini link ke lirik Inggrisnya. Saya lampirkan screencapture-nya di bawah link-nya.

http://lyricstranslate.com/en/cest-la-vie-life.html



Apa konten lagu ini?

C'EST LA VIE artinya "Beginilah hidup"; "Begitulah yang terjadi"; "Terima saja, niscaya".

Maaf ya, sesungguhnya itu lagu percintaan, lagu mabuk asmara, dansa, musik, cinta satu malam, antara dua orang yang bukan suami-istri, yang menjadi subjek gossip. Dus lagu rohanikah ini? Lagu agamakah ini? Atau sebuah lagu mesum dan perselingkuhan? Terang sekali, ini lagu kobarkan semangat birahi. Lagu perangsang syahwat. Baru tahu? Baru nyaho? Katanya PKS itu partai anti-maksiat.

Jadi, PKS sekarang mau pilih mengakui sumber jiplakan yang mana? Hayo, berilah respons. Ini pilihan sebuah simalakama.

Lagipula, dari manapun sumber jiplakan mereka, plagiarisme itu bagi orang yang beradab dan terpelajar bukan hal remeh, tetapi sesuatu yang sangat serius bukan saja menyangkut legalitas hak cipta, tetapi juga rasa malu dan martabat dan integritas.

Setahu saya Bung AB itu bergelar Ph.D. Jadi, seharusnya baginya plagiarisme ini hal yang sangat sangat sangat serius cacatnya. Tapi saya telah mendengar bahwa AB menganggap kasus plagiarisme lagu "Kobarkan Semangat" cuma soal sepele yang tak perlu dipersoalkan. Nah loh! Lah No!

Setelah menyelidiki sedikit lebih jauh lagi, saya perlu menambahkan 5 poin berikut, memperpanjang versi awal tulisan saya ini yang berakhir pada satu alinea persis di atas.

1. Kalau orang membajak atau menjiplak lagu--bukan menyadur liriknya ke bahasa lain dengan tetap mempertahankan melodinya-- nah yang dijiplak itu melodinya, bukan liriknya.

2. Lagu "Hashem Melech" itu disusun liriknya berdasarkan teks kitab suci Yahudi Mazmur 10:16, bukan berdasarkan teks asmara dan percintaan yang mesum. "Hashem Melech" itu dua kata dalam bahasa Ibrani (Hebrew), bahasa bangsa Yahudi. Artinya "Tuhan itu Raja".

3. Melodi dan lirik otentik lagu "Hashem Melech" pertama kali dipublikasi tahun 1962 oleh Shlomo Carlebach, seorang rabbi. Ada di Youtube. Ini link-nya (publikasi 9 Juli 2012) https://www.youtube.com/watch?v=USb0ZryDoOc.


Lagu Shlomo Carlebach ini sama sekali bukan lagu mesum, perselingkuhan dan zinah. Tapi pujian kepada Tuhan sang Raja bangsa Yahudi. Lirik Ibrani dan Inggrisnya saya sudah buat screencapture-nya.  Saya pasang di bawah ini.


4. Melodi otentik "Hashem Melech" tahun 1962 ini kemudian, langsung atau tak langsung, diambil musikus Khaled orang Arab Aljazair itu, dan liriknya diganti dengan lirik asmara, perselingkuhan, dansa dan cinta satu malam. Jadi Khaled bukan pencipta melodinya.

5. Begitu saja dulu. Kalau nanti saya dapat pengetahuan lebih lanjut, akan pasti saya edit lagi tulisan ini.

Silakan share.
Bebas saja. Tak perlu minta izin dulu.

Salam, 
ioanes rakhmat
08 April 2017